Ahad, 9 Mei 2010

Doa dariku buat bondaku..

















Ya Allah,
rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah,
berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar
atas kesayangan yang Mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua penyebab runtuhnya dosa-dosa mereka,
meningginya kedudukan mereka dan bertambahnya pahala kebaikan mereka
dengan perkenan-Mu, ya Allah
sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih Di antara semua pengasih.

ibu...




















Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH
juga kepada Ayah...!!!

Sabtu, 8 Mei 2010

Buat Bonda...

Bonda...

Aku lahir tanpa apa-apa,
Engkaulah yang mengajariku segalanya,
Membesarkanku dengan segala upaya,
Berharap aku kan jadi orang yang berguna..

Ketika aku menangis dalam takut,
Engkaulah yang menenangkanku..
Dan ketika aku jatuh sakit,
Engkaulah yang selalu berada di sampingku..

Engkau menegurku ketika aku salah,
Engkau mengingatkanku ketika aku lupa,
Engkau menghiburku ketika aku sedih,
Engkaulah yang menyembuhkanku ketika aku terluka..

Kini aku telah dewasa,
Berusaha mengejar dan meraih cita-cita,
Berharap kan menjadi orang yang berguna,
Demi mewujudkan harapan dan impian keluarga..

Terima kasih ibu,
Engkaulah segalanya bagiku,
Tanpamu kini aku bukanlah apa-apa,
Kasihmu padaku tak kan terbalas sepanjang masa...

Rabu, 5 Mei 2010

Hadirnya hanya sekali

















Keliru dengan diri sendiri,
Termangu mengenangkan sikapmu,
Tak pernah ku rasakan hidup penuh bererti,
Hadirmu membawakan sinar baru.

Terasa pantas masa berlalu,
Engkau dan aku semakin jauh,
Biar pernah kita sama cipta bahagia,
Namun semua hilang musnah tak kusangka.

Hadirnya Hanya Sekali,
Benarlah kata mu dulu,
Kini tak bererti,
Biar Teguh cintaku.

Lerailah ikatan,
Hancurnya hatiku,
Hancur segalanya,
Sudah tak bermakna.

Keliru dengan diri sendiri,
Termangu mengenangkan sikapmu,
Tak pernah ku rasakan hidup penuh bererti,
Kini ku rasa lebih tak bererti... .

Kata Dari hati

Di suatu malam
aku termenung sendirian
melihat indahnya ciptaan tuhan di bumi
yang fana ini
lalu mindaku jauh melayang
terkenangkan pada seseorang
yang pada zahirnya jauh dari pandangan
mata ini
namun amat dekat di hati nuraniku

kehadiran insan itu dalam hidupku
ibarat sebutir mutiara yang bersinar
nun jauh di dasar lautan
berharga, bernilai buat diri ini
senyum tawanya, lirikan manja matanya,
dan bisikan romantisnya
sentiasa menari-nari di tubir mataku
aku bahagia

duhai puteri hatiku
tiba masanya buatku pergi
bukan pergi selamanya
namun pemergian ini buat sementara cuma
demi kau dan aku
ku tahu kau mengerti semua ini

duhai sayangku
jangan sesekali air mata jernih membasahi
pipi sucimu
kerana terkenangkan memori kita bersama
mengertilah
aku di sana sentiasa merinduimu
menyayangimu dan mencintaimu
setulus hati kecilku ini
hanya satu pintaku
sayangi dan cintailah diriku
bersama secangkir keikhlasan
disemai dengan setulus pengorbanan
dan bertemankan sesuci kejujuran

duhai ratu hatiku
dengar dan tenung kata hati ini
di sini aku berjanji
akan sentiasa menyayangimu
dan mencintai dirimu
selagi nafasku tiada berhenti

duhai sayangku
kenanglah semua kata ini
kerana bicara sehelai kertas kumal ini
ibarat bicara sekeping hatiku...

Isnin, 12 April 2010

Sepi Sekeping hati..

















Dingin malam seakan mengigit hati..
Nan sepi tersisih di pinggir derita..
Tanpa berteman..
Tanpa kemanisan..
Sendirian..
Di temani dian malam yang kian kelam cahayanya..

Sepi sekeping hati ini..
Ingin sekali ku khabarkan padamu..
Yang hadir tiap detik hanya kelukaan..
Mungkinkah ada pengertian antara kita??..
Kau pernah terluka dan aku jua..
Sama-sama merasa pedihnya..

Aku menagis kerna dia
Tapi......
Kehadiranmu..
Membawa khabar gembira yang dulu hilang...
Niatmu nan suci itu..
Tak ingin ku pinggirkan..
Namun...
Menganyam angan denganmu...
Bagai satu mimpi...

Bagaimana dapatku nyatakan...
Diri ini tak seindah bidadari impianmu...
Terasa kerdilnya menyulam kasih itu...
Namun...
Aku rela...
Walaupun secebis ruang hatimu...
Kau simpan untuku..

Kelam malam kian menyedarkan aku...
Tak usah leka..
Yakinilah aku...
Hati ini kan ku simpan untukmu...
Andai kau sudi di sampingku...
Dan selalu setia..
Hanya untukmu..

Tiada Jalan Ke Hatimu..

Mencuba meraih hatimu..
Walau payah yang aku pikul.. Walau beban yang aku tadah..
Mencuba mendekatimu... Walau kau tak pernah jauh dariku..
Kau tahu hatiku.. Kau tahu perasaanku..
Kau datang padaku.. Kau biarku bermain dengan emosi..
Kau goda hatiku... Kau lepas hatiku..
Mana akhir teka teki ini???

Siapa aku di sanubarimu?? Sekadar teman atau bagaimana????
Mengapa beri tanda cinta walau tiada niat untuk mencinta???
Akukah yang bermain perasaan?? Tetapi mengapa tiada langkah saat ku minta kau pergi???
Jangan kau berlari-lari dalam hatiku.. Tetaplah di situ kalau itu destinasinya...

Aku cuba merungkai kata pasti.. Kenapa kau berdiam diri???
Aku mahu kesudahan cerita yang kau tulis...
Aku mahu kepastian yang hanya ada padamu..

Jenuhku menunggu, letihku menanti..
Rupanya dia yang kau inginkan..
Kau datang padaku untuk meraih cinta darinya..
Oh, Tuhan!! Kenapa terjadi lagi episod ini??
Episod yang sama, berulang-ulang terjadi dalam salur hidupku..

Seharusnya kau pergi seawal kau tahu hatiku menyanjung dirimu..
Kau tidak tega melangkah dariku.. Kau buat aku terus berharap padamu..
Seandainya aku tahu niatmu, pasti aku tak segan membina jarak antaramu.

Tiada jalan sudah.. Tiada harapan sudah...
Kau beri aku tanda cinta yang bukan untukku..
Kau beri aku senyum murahan untukku terbang ke langit khayalan..
Tanpaku sedar, kau memendam cinta pada dia yang aku sanjung...
Kau simpan hatimu untuk dia yang tak mungkin aku saingi..
Dia saudaraku.. Darahku ada mengalir dalam nadinya..
Dia teduhkan aku saat hatiku kehujanan pilu..
Dia rangkul aku saat hatiku hampir hancur..

Tiada jalan lain ke hatimu.. Tiada perlu lagi aku di sini..
Menantimu adalah kebodohanku..
Menunggumu adalah ketidakwarasan akalku..
Telah lama ku harap kau jemput cintaku..
Telah lama ku simpan satu hati untuk kau sanjung..

Saatku sedar tiada jalan menuju ke hatimu, aku yakin aku harus pergi..
Jangan kau halang lagi... Jangan berdalih lagi..
Aku tak bisa menipu hatiku.. Aku tak sanggup senyum dibalik sedihku..
Sampai di sini saja... Terhenti di sini cintaku untukmu..
Berakhir di sini hubungan tanpa nama ini...




PERHATIAN!!!

Untuk melihat blog ini dengan lebih baik, sila buka melalui Mozilla Firefox..